Showing posts with label Ricoh Kr-5 Super. Show all posts
Showing posts with label Ricoh Kr-5 Super. Show all posts

November 29, 2014

Disfungsi Samar-Samar

Sebuah kesejahteraan seharusnya tertanam pada individu dan seorang pemimpin baru yang belum lama ini dilantik. Jokowi, adalah representasi dari pelbagai opini, harapan, dan karakter seluruh lapisan masyarakat di negeri penuh harta karun ini. Tanpa adanya sebuah kesejahteraan, negeri ini hanya menjadi dinding pemisah antara yang kaya dan yang miskin. 

Mungkin inilah PR terbesar bagi Jokowi, dimana Ia harus memberikan sebuah wadah yang memersatukan ras, agama, dan materi seorang individu agar menjadi sebuah keberagaman yang saling memahami. Tapi di satu sisi, sanggupkah kita mengikuti aturan mainnya? Atau, kita hanya diombang-ambingkan oleh aturan main dimana kita tak tahu sebenarnya kita ini sedang bermain catur, atau ular tangga?

November 11, 2014

Review Proyek Human Traffic Cone

Akhirnya, film kodak gold kali ini menghasilkan project baru yang mungkin pengambilan fotonya akan memakan banyak waktu, karena kesibukan dan ketidak adanya waktu senggang yang saya miliki saat ini. Juga kewajiban saya belajar sebagai siswa di sekolah menengah atas, yang beberapa bulan lagi akan menghadapi ujian agar dapat dinyatakan lulus oleh sekolah. Namun, saya tidak mau waktu yang sangat mepet ini menghambat pergulatan saya di bidang fotografi, khususnya fotografi analog. Maka dari itu, saya kerap memikirkan project-project apalagi yang akan saya hadapi kemudian, demi kemajuan dan penguasaan teknik dalam bidang fotografi.

Ide project "Human Traffic Cone" awalnya muncul ketika isu-isu tentang pemabangunan bangunan-bangunan pencakar langit akan diberdirikan di kota budaya ini. Sebagaimana mestinya, kota yang bertajuk "Berhati Nyaman", harusnya memang menciptakan suasana damai, tenteram, dan nyaman. Tetapi semakin kesini malah semakin hilang saja keaslian semboyannya. Pun banyak yang melesetkannya menjadi "Berhenti Nyaman" dan sebagainnya, dikarenakan memang banyak gedung-gedung baru didirikan dan mengganggu kenyamanan warga Yogya. Seperti hotel, mall, dan gedung-gedung lain yang menyebabkan banyak dari pelbagai lapisan masyarakat merasakan ketidaknyamanan, juga menimbulkan banyak tanda tanya kenapa gedung-gedung ini didirikan, sedangkan lahan pertanian, khususnya di kota, sudah mulai menipis, serta kota sebesar Yogya, yang bahkan tidak memiliki taman kota di dalamnya.

June 29, 2014

Tak Seperti Apa yang Diharapkan


Balekambang Solo, adalah tempat dimana kita dapat menyeduh kesyahduan dan kerindangan akan pohon-pohonnya dengan bebas tanpa gangguan asap kendaraan yang berlalu lalang atau hanya sekedar berkumpul dengan teman sebaya. Balekambang memiliki luas tanah lebih dari 5 hektar yang di dalamnya dipenuhi dengan pohon-pohon besar dan tua dari banyak sumbangan yang diberikan dari pejabat-pejabat atau tokoh diplomatik negara sahabat.

Tujuan dibukannya Balekambang pada tahun 2008 adalah untuk dijadikan taman kota bagi warga Solo agar terhindar dari asap-asap yang menyebar dipelantaran jalan-jalan besar. Juga sebagai sarana hiburan atau berkumpulnya anggota keluarga satu sama lain agar tetap menjaga keharmonisannya. Bahkan, tempat ini sering dijadikan untuk tempat foto pre-wedding bagi pasangan yang akan menikah nantinya.

Kesan yang diberikan dari taman ini adalah kerindangan, seperti yang telah diulas diatas, taman ini dipenuhi dengan banyak pohon-pohon besar, kolam yang berisikan ikan-ikan serta ada pula hewan-hewan yang sengaja dilepas di pelantaran taman, seperti rusa, monyet, dan angsa yang akrab menggoda pengunjung taman.